Showing posts with label Quote. Show all posts
Showing posts with label Quote. Show all posts

4.01.2015

#22 Selamat Hari Film Nasional 2015


AksaRabu hari ini adalah tentang kutipan film Indonesia, dalam rangka memperingati Hari Film Nasional. Maka, kutulis ini, kutipan dari film Laskar Pelangi, sekaligus sebagai pengingat diri.

Selamat Hari Film Nasional!

Anyway, it's sooo good to write again after some days. Sibuk di kantor bikin ga sempet lettering blass. Huhu.. 

6.19.2012

Bismillahir rahmanir rahiim ..

Since I'm engaged in October 2011 and got the date when me & @minyakbumi will tie the knot in April 2012, I should now preparing all the wedding thingy. Happy? More than words! :')

About the preparation, ughh, I'm about to stuck of determining the color theme. Huhu. It all depends on my wedding gown, which is still not fixed. Last month I was sure that my wedding will be in pastel color but now I'm wondering if my gown will be 'that', so the pastel color won't fit to the gown. Iiish~ And many other issues that I think those will make me become bridezilla soon! Errrr~

Then someday, my mom looked at the worries through the eyes of mine, and said, "Sabar yaa sayaang, jangan lupa selalu berdoa, 'Dengan rahmatMu ya Allah, mudahkanlah persiapan pernikahan ini..'" 

Because it should be nothing without His blessings. It's just the way to the beginning. Bismillahirrahmanirrahiim.. :)

Anyway, I have an idea to make a blog just to share all the things I did, do and will do for the wedding.
Just wait ya! ;)

4.17.2012

Tentang Pemimpin (1)

Pemimpin yang buruk sekalipun adalah seorang mentor yang baik. Mentor yang mengajarkan secara tidak langsung nilai-nilai yang tidak patut ditiru. :)

4.01.2012

Self Understanding for Understand The Other

Tidak salah memang, bila dikatakan bahwa komunikasi merupakan masalah terbesar manusia. Ia adalah satu hal yang digunakan oleh manusia untuk dapat berhubungan dan berinteraksi dengan manusia lain. Apalagi, salah satu kebutuhan paling dasar manusia adalah saling memahami dengan orang lain. Manusia, sebagai makhluk sosial, sungguh memerlukan manusia lain utk menjalin hubungan, bertukar pikiran, berbagi dan bekerjasama. Sayangnya, banyak dari kita yang tidak tahu cara berkomunikasi dengan baik. 
Komunikasi yg tdk lancar dpt menimbulkan banyak kesalahpahaman, prasangka, asumsi, &berbagai emosi yg seharusnya tdk perlu ada. Ketiadaan komunikasi dapat menyebabkan banyak masalah juga memperburuk masalah yang sudah ada. Sebenarnya, apa yang menyebabkan komunikasi kita dengan orang lain terhambat? Salah satunya masalah kebiasaan. 
Kita tidak terbiasa untuk selalu mengungkapkan apa yang kita rasakan pada orang lain. Bahkan, kita mungkin juga tidak mengenali apa yang sedang kita rasakan, mengapa kita merasakannya dan apa yang bisa kita atau orang lain lakukan untuk membantu mengubahnya. Kt tdk terbiasa menganalisa pikiran dan perasaan kt, karenanya, kt jg kemudian kesulitan untuk menjelaskannya pada orang lain. Kesulitan ini menyebabkan maksud kita yang sebenarnya jarang tersampaikan dengan baik. 
Ketika kita merasa marah misalnya, ada banyak emosi lain yang bisa menyebabkannya. Rasa takut, khawatir, atau bahkan kesedihan. Hanya saja, kita tidak selalu menyadarinya. Hasilnya, ketika kt meluapkan amarah kt itu pada orang lain, orang itu hanya menangkap marah kt, merasa terluka atau ikut emosi. Padahal, bila kita mampu menyampaikan penyebab kekesalan kita itu dengan baik, pesan yang ada di dalamnya dapat diterima dan dipahami dengan lebih baik oleh orang tersebut. 
Umumnya, kita juga lebih terbiasa membicarakan kekurangan atau kesalahan orang lain kepada semua orang kecuali orang tersebut atau menunjukkan emosi kita melalui tindakan daripada kata-kata. Keduanya tidak menyelesaikan masalah, bahkan bisa jadi membuatnya lebih buruk krn org yg bersangkutan tdk mengerti dg jelas apa yg kt rasakan&apa yg bisa dia lakukan bila itu memang berkaitan dg dirinya. Sebaliknya, kt jg seringkali tdk meluangkan waktu utk berusaha memahami orang lain dan alasan2 di balik perilaku mereka. Kita juga kerap tidak memberi mereka kesempatan untuk menjelaskan perasaan, sudut pandang, dan pilihan-pilihan mereka. Kita cenderung berprasangka, berasumsi, atau malah langsung menghakimi. Mungkin krn kita takut, atau karena kita terlalu sibuk dengan perasaan2 kita sendiri yang belum terpahami dan terselesaikan. 
Kemampuan kita dalam memahami diri sendiri mempengaruhi kemampuan kita dalam memahami orang lain. Karenanya, kita perlu belajar mengenali berbagai emosi yang kita rasakan serta penyebab emosi tersebut kemudian memberanikan diri untuk menyampaikannya pada orang lain dengan cara yang baik dan jelas. Tentu saja, kita juga harus melatih diri untuk lebih peduli pada perasaan orang lain, mau berempati, berprasangka baik dan menjadi pendengar yang lebih baik untuk mereka. 
Aiysah ra. berkata: “Tutur kata Rasulullah sangat teratur, untaian demi untaian kalimat tersusun dengan rapi sehingga mudah dipahami oleh orang yang mendengarkannya.” (HR. Abu Daud).
Abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah saw. tidak pernah berbicara dengan seseorang melainkan beliau menghadapkan wajahnya ke wajah teman bicaranya lalu Rasulullah saw. tdk akan berpaling dr wajah seseorang sebelum ia selesai berbicara. (HR. ath-Thabrani).

Taken from @alifmagz tweet on March, 29th 2012.
Have you understand what's your feelings? Have you communicate well?

Anyway, thanks to FF for taught me well about that, the importance of good communication, few years ago. :)

2.27.2012

Quote of The Day

Dan semakin kamu dijatuhkan
harusnya jadi
semakin semangat 
untuk bangkit dan membuktikan.

:)


- self(struggle) -

2.06.2012

It's About Love, Growth & Cash

Jadi, ceritanya pas lagi baca buku Merry Riana : Mimpi Sejuta Dollar nya Alberthine Endah yang di dalamnya menceritakan bahwa setelah akhirnya mereka (Merry Riana & suaminya) bekerja dengan begitu keras lalu sukses, berhasil dan punya bawahan, tapi kemudian mereka sadar bahwa ternyata bawahan mereka tidak semunya memiliki semangat dan motivasi sama dengan mereka. Ada yang memang termotivasi karena ambisinya mendapatkan banyak uang, ada yang memang untuk alasan lifestyle (menikmati hidup, memperbanyak me-time dan waktu untuk keluarga), ada yang karena reputasi yang baik dan yang terakhir karena relationship atau hubungan yang dekat dengan pihak-pihak yang terlibat pekerjaan yang sedang digeluti.

Membaca itu, saya jadi ingat salah satu bahasan di buku favorit saya Your Job Is Not Your Career nya Rene Suhardono *Insya Allah I'll review this powerful book soon! ;)*. Bahasannya tentang Career Triangle. Bahwa ternyata, dalam menapaki karir (yang seharusnya nggak identik dengan perusahaan tempat kita bekerja, tapi kita sendiri, atau buat saya, Ovie.), kita biasanya akan punya prioritas dan konsekuensi dari karir tersebut. Istilah lain dari Career Triangle ini adalah Love-Growth-Cash Triangle.

Love Growth Cash Triangle : A Look At Work


Love | Gaya Hidup
Pemanfaatan me-time untuk kepuasan hidup atau keluarga

Growth | Kepuasan Kerja 
Kepuasan dalam bekerja, mempelajari banyak hal dan berkarya sebagai bagian dari organisasi

Cash | Kompensasi 
Uang dan manfaat intrinsik yang diterima sebagai kontra prestasi kerja

How it works?
Easy. We only have to set our priority from those love-growth-cash choices. Dan kemudian menjalani prioritas tersebut dengan penuh kesadaran akan makna dan konsekuensinya. Menjalani pilihan tadi tidak semerta-merta mengabaikan unsur yang lain tapi justru bisa lebih enjoy dalam menapaki karir. Dengan begitu, nggak boleh ada gerutuan musti lembur kalo memang menetapkan cash sebagai prioritas. Begitupula pilihan lainnya. *tampar-tampar diri sendiri*

So what's my priority(es)?
Mungkin kalo ada yang udah baca bukunya Rene, jawaban saya sama banget dengan beliau. Hehe. I'd rather choose love & growth as my priority(ies). Kenapa? Karena saya punya tujuan hidup yang salah satunya adalah jadi istri & ibu yang shalihah *aamiiiiin :')* yang ternyata akan lebih kondusif dalam proses pencapaiannya jika saya memilih kedua prioritas itu. Dan entah kenapa, percaya aja gitu, kalo nanti udah punya usaha sendiri, dan menetapkan strategi yang mungkin awalnya fokus di point growth, cash akan dateng sendiri. Hehe. :p

Lagipula, Harvard Business Review aja pernah ngetwit,
"The Best Investment You can Make is not Gold. It's People You Love, Dreams You Have and Living a Life that Matters." - Umar Haque

So, what's yours? :)